Tentang

Sejarah SLA Tompaso

Selayang Jejak Sejarah SLA Tompaso


Sekolah Lanjutan Advent Tompaso North Sulawesi Academy, adalah sebuah sekolah menengah SMP, SMA dan SMK berasrama yang diasuh oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Konferens Minahasa, yang terletak di Desa Tompaso II, Minahasa, Sulawesi Utara. Sekolah ini berada di ketingian kurang lebih 650 meter di atas permukaan laut. Sekolah ini dibuka pada tanggal 16 Agustus 1948 pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Walaupun pada saat itu semua bangunan yan ada, baik peralatan bangku dan meja serta tempat tidur masih terbuat dari bambu dan beratapkan alang-alang namun sekolah ini sudah beroperasi dengan Mr. L. R. Winkler sebagai Direktur yang pertama dan jumlah murid pada saat itu adalah 118 orang. Pada bulan Juli tahun 2013 SLA membuka Sekolah Menengah kejuruan dengan dua jurusan yaitu keperawatan dan farmasi yang hingga saai ini sudah pada angkatan ke – 4 dengan tambahan penjurusan yaitu otomotif dan komputer Jaringan.

Para pelajar kebanyakan berasal dari Pulau Sulawesi khususnya Kabupaten Minahasa, ada pula yang berasal dari pulau-pulau yang lain di Nusantara seperti Papua, Jawa, Sumatra dan lain sebagainya, bahkan ada juga yang berasal dari luar negeri. Mereka tinggal di asrama dan ada juga yang tinggal di luar asrama bagi mereka yang asalnya dekat dengan kampus SLA. Banyak dari murid-murid ini yang mnadiri dalam biaya sekolah. Mereka bekerja untuk memenuhi biaya pendidikannya masing-masing, ada yang berdikari penuh dan ada pula yang hanya sebagian saja untuk membantu meringankan orang tua. Banyak dari mereka yang oleh pertolongan Tuhan telah berhasil dan menjadi pemimpin-pemimpin di organisasi gereja bahkan di pemerintahan.

Sekolah ini awalnya bernama Sekolah Pendidikan Sulawesi dari tahun 1948 – 1950. Sesudah itu berganti nama menjadi Sekolah Lanjutan Advent Kawangkoan yang berlokasi di Desa Tompaso II. Setelah Desa Tompaso dimekarkan menjadi Kecamatan maka namanyapun berganti menjadi Sekolah Lanjutan Advent Tompaso. Awalnya Lokasi kampus belum sebesar saa ini hanya beberapa bagian kecil saja cukup untuk kelas dan beberapa rumah guru. Namun beberapa tahun kemudian melalui pengawasan Mr. John Anderson, maka beberapa bidang tanah dibeli dan dibangunlah gedung administrasi, asrama-asrama, ruang makan, daput dan rumah-rumah guru. Pembangunannya pun kebanyakan dikerjakan oleh pelajar-pelajar.

Pada tahun 1955 – 1956 secara administrasi sekolah dialihkan pengelolaannya dari Uni Indonesia ke Daerah Sulawesi Utara dengan penambahan perluasan tanah menjadi 20 hektar dan penambahan dua tangki air yang berkapasitas 18. 690 galon. Tahun 1958 sekolah ditutup karena terjadi perang permesta namun tetap dibuka untuk kelas harian di Manado sampai direhabilitasi dan dibuka kembali selesai perang bulan Agustus tahun 1962 dengan jumlah pelajar 320 orang. Pada tahun 1965 sekolah mendapatkan bantuan dari program sabat ke-13 untuk proyek air bersih yaitu pembelian sebidang tanah yang terdapat mata air panas di kaki Gunung Soputan berdekatan dengan Batu Pinabetengan yang berjarak 5 km dari kampus SLA. Tahun 1975 kembali SLA mendapat bantuan program sabat ke – 13 dan dibangunlah gedung administrasi yang baru dengan 12 ruang kelas dan 7 ruangan kantor dan sebuah aula yang dikenal dengan chapel yang diresmikan oleh Menteri Muda Urusan Pemuda dan Olah Raga dr. Abdul Gafur pada tanggal 31 Oktober 1980.

Saat ini SLA mempunyai sebuah gedung administrasi, 21 ruang kelas, 8 kantor dan 1 aula, 1 gedung gereja, 4 asrama putra dan 2 asrama putri, 1 ruang makan dan dapur, 1 perpustakaan, 2 laboratorium IPA, 1 laboratorium Bahasa, 1 ruang komputer, 1 rumah Doa, 1 bangunan untuk sekolah dasar, 1 toko sekolah, 1 gedung olahraga untuk badminton, 1 lapangan voli, 1 lapangan basket, 1 lapangan sepak bola, 1 depot air minum isi ulang, 1 pabrik tahu dan tempe, 1 tempat percetakan hollow brick, digital printing, fiber optik internet, Minibank, Tours and travels, 28 rumah guru dan staff, 1 pant asuhan yang dikelolah oleh Yayasan Advent Peduli Indonesia (YAPI), 1 Gedung pertemuan Advent, 1 Guest House yang bersebelahan langsung dengan kampus 1000 Missionari.

SLA Tompaso juga telah mendapatkan ijin dengan penambahan unit belajar TK, PKBM dan BLK dengan keahlian Seni Kuliner. BLK juga telah mendapatkan ijin membuka 10 bidang keahlian yaitu:

  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi
  2. Bisnis dan Manajemen
  3. Teknik Listrik
  4. Teknik Bangunan
  5. Teknik Las
  6. Agribisnis
  7. Elderly Caretaker
  8. Housekeeping
  9. Digital Printing
  10. Otomotif


Fasilitas pendukung lainnya yaitu; Klinik Sekolah, Toko sekolah untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di kampus tercinta Sekolah Lanjutan Advent Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.




Brief History of SLA Tompaso


The Adventist North Sulawesi Academy of SLA Tompaso is a boarding school operated by the Seventh-day Adventist Church of Minahasa conference to fill the needs of education from Kindergarten, elementary, middle school, senior high school, until vocational high school level which is located in Tompaso II Village, Minahasa, North Sulawesi. This school is located at the peak with the approximately height 650 meters above the sea level. This school was established on August 16, 1948 in the early days of Indonesian independence. Even though at that time all the buildings, both benches and desks equipment even beds were still made of bamboo and thatched roof, but it is already operating with Mr. L. R. Winkler as the first Director and the number of students at that time were 118 students. In July 2013 SLA established a vocational high school with two majors, nursing and pharmacy which until now are in the 4th generation with additional majors, automotive and computer networking.

Most of the students come from Sulawesi Island especially Minahasa District, some of them are from other islands in the Archipelago such as Papua, Java, Sumatra and so on, and some even come from abroad. They live in dorms and some live outside of the dorms for those who are originally close to the SLA campus. Many of these students are independent students or students labor to fulfil their school fee. They work to pay their individual tuition fees; some are full time worker and some are only partially to help relieve parents. Many of those students who by God's help have succeeded and become leaders in church organizations and even in government.

The school was originally named the Sekolah Pendidikan Sulawesi (SPS) from 1948 - 1950. After that it was changed to Sekolah Lanjutan Advent Kawangkoan which was located in Tompaso II Village. After the segregation of Tompaso village into a sub-district, the name was changed to Adventist North Sulawesi Academy of Sekolah Lanjutan Advent(SLA) Tompaso. Formerly, the campus location was not as big as now, but only a few small parts were sufficient for the classes and some teachers’ houses. But a few years later through the supervision of Mr. John Anderson, then some parcels of land were purchased and administrative buildings, dormitories, dining rooms, kitchen and teachers’ houses were built. The construction was mostly done by students.

In 1955 - 1956 the school administration was transferred from the management of the Union of Indonesia to the North Sulawesi Region with the addition of an expansion land to 20 hectares and the additional two water tanks with a capacity of 18. 690 gallons. In 1958 the school stopped to operate fully due to the war of permesta but it remained open for daily classes in Manado until it was rehabilitated and reopened after the war in August 1962 with a total of 320 students. In 1965 the school obtain donation from the 13th Sabbath program for a clean water project which was the purchase of a plot of land that contained a hot spring at the foot of the Soputan Mountain near to Batu Pinabetengan, which is 5 km from the SLA campus. In 1975 SLA again obtain donations from the 13th Sabbath program and a new administration building was built with 12 classrooms and 7 office rooms and an auditorium hall known as the chapel which was inaugurated by the Junior Youth and Sports Minister Dr. Abdul Gafur on 31 October 1980. 

Currently SLA has an administration building, 21 classrooms, 8 offices, 1 Auditorium Hall, 1 church building, 4 male dormitories and 2 female dormitories, 1 dining room and kitchen, 1 library, 2 science laboratories, 1 language laboratory, 1 computer laboratory , 1 Prayer house, 1 building for elementary school, 1 cafeteria, 1 badminton spot, 1 volleyball spot, 1 basketball spot, 1 soccer field, 1 refill drinking water, 1 tofu and tempe (fermented soybean in block) factory, 1 hollow brick factory, a digital printing, fiber optic internet, Mini bank, Tours and travels, 28 houses for teachers and staffs, 1 orphanage managed by the Adventist Care Indonesian Foundation (YAPI), 1 Adventist Auditorium Grand Hall, 1 Guest House which is directly beside the 1000 campus Missionary. 

The other supporting facilities are School Clinic,  NSA Mart to support the teaching and learning process at the beloved campus of the Sekolah Lanjutan Advent (SLA) Tompaso , Minahasa District, North Sulawesi.

Jangan ragu untuk menghubungi kami

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang sekolah kami, silahkan menghubungi nomor kontak atau menuliskan pesan kepada kami.